Muara Enim—, Media dan Aktivis geram saat PJ M Enim melecehkan Wartawan, Keinginan kuat akan perubahan ini membuat Para Media dan Aktivis Kabupaten Muara Enim berharap pada sosok pemimpin baru yang mampu membawa Kabupaten Muara Enim menuju kemajuan.
Mereka mendambakan pemimpin yang visioner, berintegritas, dan mampu mendengar aspirasi rakyat. “Kita butuh pemimpin yang bisa membawa perubahan nyata,
Bukan seperti PJ saat ini ketika dikonfirmasi Awak Media Melalui Via Wa
beliau Mengatakan,
“Ado dak gaji kontrol Publik..
men dak katek berentila.. Cari gawe laen yang pacak dapat duet
Anak bini dirumah.. dak cukup makan kontrol sosial bae”
Ungkap PJ M Enim saat membalas Pesan Melalui Via Wa kepada salah satu Wartawan M Enim.
Sangat kita sesalkan kepada PJ tersebut dengan adanya jawaban melalui pesan singkat Via wa, menunjukan bahwa beliau tidak memiliki integritas, dan tidak memiliki wibawa seperti seorang preman kaki lima.
berawal dari perkataan PJ seperti itu membuat para media tersinggung dan merencanakan Aksi Damai menyampaikan Asfirasi didepan kantor PJ Bupati Muara Enim Hari selasa 02 Juli 2024 Dengan Orasi mengecam keras agar PJ M Enim diganti PJ yg Benar Benar memiliki integritas dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan bijaksana, ungkap sang Orasi perwakilan dari Media Kompas indonesia
Orasi yang disampaikan tersebut dengan tujuan memberikan Efek jerah terhadap Bupati PJ tersebut untuk menjadi contoh terhadap PJ yang lainya agar tidak terjadi kembali melecehkan Para Media diseluruh indonesia ini.
Pj Bupati Muara Enim “AR” diduga telah melanggar tugas dan wewenang sebagai Pj Bupati sebagaimana diatur dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 65 ayat (1) point 2 yaitu memelihara ketentraman dan ketertiban Masyarakat.
Maka dari itu para wartawan dan Aktivis meminta agar Kemendagri RI Segera merekomendasikan untuk pencopotan Pj Bupati Muara Enim “AR” yang dinilai Arogan, Anti Kritik, tidak beretika dan Krisis moral.
Ratusan masa wartawan dan aktivis mengancam apabila PJ Muara Enim tidak dicopot maka akan melangsungkan Demo kembali didepan kantor Gubernur Provinsi Sumsel dan selanjutnya disusul Demo didepan kantor Kemendagri RI dengan jumlah masa yang lebih banyak Ungkap Orasi wartawan dan aktivis didepan kantor Bupati PJ Muara Enim.
(Bambang)









