
Retak bumiku…
Retak menanti embun
Embun pagi dan setitik air sejuk…
Sejuk yang menyingkirkan haus ku…
Gugur bunga ku menanti air…
Kering bumi ku mengharap hujan…
Hujan penghapus kemarau…
Kemarau yang teramat panjang…
Kemarau …
Kau bakar kulit ku…
Kau bakar daun ku…
Kau bakar bumi ku…
Hangus…
Tanduuus …
Ah… Kemarau…
Kapan kau menyingkir…???
Lahat, 2 September 1991
Oleh : Yardi chan
