Muara Enim—, Senin 8 Juli 2024 Media Cendana Indonesia Sambungan berita Media Online Cendana Indonesia Mengenai Aksi Demonstrasi didepan kantor PJ Bupati Muara Enim yang digelar pada hari selasa 02 Juli 2024 Aksi Demonstrasi tersebut mengundang Kontroversi sosok PJ Bupati di salah satu kota Sesumatra Selatan tepatnya di kabupaten Muara Enim, Diduga PJ BUPATI Muara Enim Ahmad Rizali telah melecehkan profesi jurnalis/wartawan hal tersebut terpantau saat chattingan melalui Via WhatsApp dengan salah satu wartawan di muara enim.
Berawal PJ Bupati dikonfirmasi salah satu Wartawan melalui Pesan Singkat WhatsApp,
PJ Bupati pun membalas Pesan singkat WhatsApp Wartawan dengan perkataan yang sangat tidak pantas untuk diucapkan sosok orang nomor satu di kabupaten Muara Enim.
“Ado dak gaji konrol publik.. men dak katek berentilah.. carigawe laen yang pacak dapat duet”
“Anak bini dirumah.. dak cukup makan kontrol sosial bae”
Statment yang di lontarkan PJ Bupati itu terlihat di Group WhatsApp Wartawan Muara Enim.
Pj Bupati Muara Enim Ahmad Rizali yang dilantik oleh Gubernur Sumsel periode 2018-2023, Herman Deru, Banyak mendapatkan Kecaman dan Cibiran Netizen pembaca berita di Media Sosial yang beredar di kalangan Masyarakat, dan juga hampir seluruh media yang berada di Sumatera Selatan bahkan Wartawan dan Aktivis pun mengutuk keras agar PJ Muara Enim Ahmad Rizali sesegera mungkin dicopot jabatanya oleh Menteri Dalam Negeri.
Dengan harapan Masyarakat, Wartawan, dan Aktivis agar tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat umum nya.
Serta dapat memberikan Efek Jerah terhadap PJ Bupati, PJ Wali Kota, Dan PJ Gubernur di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Terpisah
Terlihat bahwa menculang tinggi jabatan dan kesombongan PJ Bupati itulah membuat kontroversi dikalangan masyarakat, dengan tingkahlaku berparas Jelek sehingga kurang mendapatkan sipatisan masyarakat, disebabkan bahwa beliau terkesan tempramen, tidak memiliki Etika, Anti Kritis dan Oteriter.
Sehingga dengan kejadian tersebut sebagian besar rekan rekan Media dan Aktivis Sesumatera Selatan dalam waktu dekat ini mengancam akan melaporkan PJ Bupati Muara Enim Ahmad Rizali Ke Mendagri, Dewan Pers bahkan sampaike Presiden RI.
dan juga akan melaksanakan aksi demonstrasi besar besaran didepan Gedung MENDAGRI dengan tujuan mendesak agar PJ Bupati Ahmad Rizali Segera dicopot jabatannya sebagai PJ Muara Enim dan tidak ada tawar menawar lagi.
Kompaknya masyarakat, Wartawan, dan Aktivis menyatakan sikap bahwa mereka sudah tidak ingin Kabupaten Muara Enim ini dipimpin oleh PJ Bupati Ahmad Rizali yang tidak memiliki integritas dan kemampuan dalam memimpin masyarakat, Mereka mendambakan pemimpin yang Visioner, Berintegritas,Mampu membawa perubahan lebih baik, dan juga dapat mendengarkan Aspirasi rakyat. “Kita semuah butuh pemimpin yang seperti itu, bukan seperti PJ Bupati saat ini Arogan, Anti Kritik Membangun dan Otoriter.
Berdasarkan Peraturan Dan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Bahwa Pers Atau Wartawan dilindungi Undang Undang tersebut
Selanjutnya bahwa kemerdekaan Pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 dijamin Negara Republik Indonesia.
(Bambang)









