Home / Sumatera Selatan

Jumat, 8 November 2024 - 23:10 WIB

Puluhan Massa Desak Pecat Dirut PTBA dan Hentikan Pembangunan Serta Operasional PLTU Sumsel 8

PALEMBANG. CI – Jaringan Anti Korupsi (JAKOR) Sumatera Selatan berjumlah puluhan massa menggelar unjuk rasa di depan Kantor PT Bukit Asam TBK (PTBA) jalan KH Dahlan No.80 j Palembang. Jum’at (08/11/2024) dimulai Pukul 09.00 Wib

Fadrianto TH.SH sebagai Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi JAKOR Sumsel Sekaligus Koordinator aksi menyampaikan dan menyatakan sikapnya dalam orasinya.

“Bahwa PT Bukit Asam Tbk ( PTBA ) mulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Sumsel 8 dengan kapasitas 2×620 Megwatt ( MW ).melalui anak Perusahaan PT Huadian Bukit Asam Power ( HBAP )dan pembiayaan PLTU senilai Us$ 1,68 miliar dengan The Export Bank of China atau berkisar 25 triliun rupiah akan ditakeover oleh Bank Mandiri sekitar USD 1.27 miliar atau dengan ukur sekurang kurangnya 20 triliun rupiah.

Baca Juga  Hoax Gaji 13 Belum Cair, Pemkab Empat Lawang Tegaskan Semua Telah Dibayar

Jumlah tersebut merupakan jumlah kridit yang diambil alih Bank Mandiri dari The Export – Inport Bank of China ( CEXIM )” Jelasnya.

Dalam Orasinya Fadrianto juga menduga jumlah batu bara yang dibutuhkan pembnagkit ini sebesar 5,4 juta ton per tahun.padahal pembanguana dan pengopersian PLTU yang menggunakan batu bara telah disepakati oleh Negara – Negara G7 hanya sampai 2023 – 2035 sebab PLTU akan memperparah kehidupan di Bumi.

”banyak dampak negatif dikehidupan di Bumi,polusi udara,banyak emesi dan gas rumah kaya,getran mesin,radiasi suara bising,yang dihasilkan dari kipas pendingin berkapasitas besar dan limbah batu bara sisa bakar utama mesin PLTU”Tegasnya.

Fadrianto juga mengatakan diduga ada unsur mengandung KKN di Pekerjaan PLTU MT Sumsel 8 berada di Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim diduga memiliki Potensi lebih dibayar Rp.16.135.402.885,54 pada pekerjan kontrak Pengadaan GITET 500 kV Muara Enim.

Baca Juga  Kembali Menorehkan Prestasi, Pemkab Banyuasin "Sukses Mengendalikan Inflasi Daerah" Kemendagri

Diujung orasinya Fadrianto TH.SH menyatakan sikap, yakni

  1. Copot dan ganti Dirut PT Bukit Asam Tbk.
  2. Meminta Pj. Guburnur Sumsel untuk menghentikan pembangunan dan Operasi PLTU Sumsel 8.
  3. Meminta Pj.Guburnur Sumsel agar Bank Mandiri tidak memberikan kridit pada PT Bukit Asam melalui anak Perusahan PT Huadian Bukit Asam Power HBAP lebih kurang sebesar 20 triliun untuk PLTU Sumsel 8.
  4. Meminta PT Bukit Asam agar menghentikan Rencana Pengoperasian PLTU Sumsel 8.
  5. Meminta Dirut PT Bukit Asam mundur dari jabatannya.

Sumber berita SMSI Sumsel

Share :

Baca Juga

Sumatera Selatan

Cabup 4L Secara Resmi Laporkan Akun Sebar Hoax ke Polda Sumsel

Sumatera Selatan

Hoax Gaji 13 Belum Cair, Pemkab Empat Lawang Tegaskan Semua Telah Dibayar

Sumatera Selatan

Pameran Artefak Rasullulah SAW Akan Digelar Kota Pagaralam 

Sumatera Selatan

Teriakan ROIS Menang Disuarakan Ratusan Masyarakat Kelurahan Kali Serayu

Sumatera Selatan

Ketua PWI Sumsel Tanggapi Larangan Wartawan Bawa HP Saat Konfirmasi

Sumatera Selatan

RSUD Ogan Ilir Diduga Mal Praktek Pelayanan HD

Sumatera Selatan

Pj Bupati Fauzan Khoiri, “Pilkada Empat Lawang Segera Terwujud dan Aman”

Sumatera Selatan

Resmi, Pengurus SMSI Musi Rawas Utara Dilantik